Cacing tabung raksasa (giant tube worm;
Riftia pachyptila) adalah
nama dari sejenis cacing laut yang memperoleh nama demikian sebagai
akibat dari penampilan fisiknya yang memang tidak biasa. Hewan ini hidup
dalam tabung / pipa berwarna putih yang terbuat dari kitin (bahan yang
juga menyusun cangkang udang) di mana tabung tersebut tingginya bisa
mencapai 3 m. Tabung tersebut menempel secara permanen di dasar laut
sehingga cacing tabung raksasa pun memiliki pola hidup menetap alias
tidak pernah bergerak ke mana-mana (sesil).
Cacing tabung raksasa memiliki tubuh berwarna
transparan, namun tubuh bagian depannya memiliki warna merah mencolok
& berbentuk mengerucut. Warna merah itu sendiri ada karena bagian
tersebut dipenuhi oleh hemoglobin, zat yang bisa dijumpai dalam sel
darah merah manusia & berfungsi mengikat partikel oksigen. Bagian
tubuh itulah yang digunakan oleh cacing tabung raksasa untuk bernapas
dengan cara menyerap oksigen yang terdapat dalam air laut. Jika merasa
terancam, cacing tabung raksasa akan menarik bagian tubuh yang berwarna
kemerahan tersebut ke dalam tabungnya & baru menyembulkannya kembali
jika merasa kondisi sudah aman.
 |
(Kiri-kanan) Cacing tabung dengan
tabung & tanpa tabung sarangnya. |
Cacing tabung raksasa hanya bisa ditemukan di Samudra Pasifik, tepatnya
di sekitar cerobong bawah laut dengan kedalaman maksimal 2.300 m.
Sedikit info, cerobong bawah laut / lubang hidrotermal aslinya adalah
lubang di dasar laut yang menyemburkan air bersuhu panas & berwarna
kehitaman yang bercampur dengan belerang. Cerobong bawah laut banyak
terdapat di daerah pertemuan antar lempeng tektonik & terbentuk
akibat adanya air laut yang merembes ke celah-celah di dasar laut &
muncrat kembali ke atas akibat terpapar oleh panasnya magma. Tidak
banyak jenis hewan yang bisa hidup di sekitar cerobong bawah laut akibat
suhu airnya yang tinggi & kandungan airnya yang beracun. Cacing
tabung raksasa adalah 1 dari sedikit hewan tersebut.
Cacing tabung raksasa tidak memiliki mulut, mata, & rongga perut.
Lantas, bagaimana caranya hewan ini memperoleh makanan & zat gizi
yang dibutuhkannya supaya bisa tetap hidup? Jawabannya adalah, cacing
tabung raksasa mendapatkan makanan dengan cara melakukan simbiosis
mutualisme dengan bakteri. Di bagian dalam tubuh cacing tabung raksasa,
terdapat organ bernama "trofosom" (trophosome) yang mengandung banyak
bakteri. Simbiosis bermula ketika cacing tabung raksasa menyerap zat-zat
kimia yang terdapat dari air laut di sekitar cerobong, misalnya
hidrogen sulfida.
Bakteri-bakteri yang tinggal dalam tubuh cacing tabung raksasa lalu
merombak zat kimia tersebut menjadi material organik yang bergizi.
Bakteri mengkonsumsi sebagian kecil material organik tersebut sebagai
makanan bagi dirinya sendiri, sementara sisanya diserap oleh cacing
tabung raksasa. Dengan cara inilah, cacing tabung raksasa bisa
mendapatkan makanan yang dibutuhkannya. Proses yang dilakukan oleh
bakteri tersebut dikenal dengan istilah "kemosintesis" (chemosynthesis).
Proses yang sama juga terjadi pada tumbuhan berklorofil. Namun bedanya,
tumbuhan menggunakan cahaya matahari, air, & zat hara dalam tanah
sebagai bahan baku untuk memproduksi material organik makanannya
Proses perkawinan cacing tabung raksasa terjadi ketika cacing betina
melepaskan sel telur & cacing jantan melepaskan sel sperma ke laut
lepas. Jika sel telur sukses bertemu dengan sel sperma, sel telur
tersebut lalu berkembang menjadi embrio larva cacing tabung. Ketika
menjalani fase larva, cacing tabung raksasa tidak pernah makan &
hanya hidup terombang-ambing mengikuti arus laut. Jika sudah menemukan
lokasi di sekitar cerobong bawah laut yang menurutnya cocok untuk
menjadi tempat tinggalnya yang baru, larva cacing lalu menempel ke dasar
laut, membuat tabung sebagai tempat bersarang, & kemudian
menghabiskan sisa hidupnya dalam fase hidup menetap.
Cacing tabung raksasa tidak memiliki hewan musuh / predator akibat
kondisi habitatnya yang memang tidak bisa ditempati sembarang hewan.
Ancaman justru datang dari perilaku cerobong bawah laut yang notabene
sulit diprediksi. Bergantung dari kondisi magma & dasar samudra di
sekitarnya, cerobong bawah laut bisa tersumbat dengan sendirinya atau
bahkan menghasilkan letusan besar. Jika hal-hal tersebut sampai terjadi,
maka koloni cacing tabung raksasa di sekitarnya bakal ikut musnah.
Namun, populasi cacing tabung raksasa nampaknya akan selalu stabil
karena jika suatu cerobong bawah laut menghilang, maka akan muncul
cerobong bawah laut di tempat lain yang kemudian akan diikuti dengan
munculnya koloni cacing tabung raksasa yang baru
sumber :
http://www.re-tawon.com/2014/12/cacing-tabung-raksasa-pipa-hidup-dari.html